Penerapan Phase E TOGAF 9.1 pada Rencana Migrasi Sistem

Isi Artikel Utama

Diana Trivena Yulianti
Adelia Adelia
Tiur Gantini
Gilberth Giandy Taruna Kesumah

Abstrak

Arsitektur enterprise merupakan suatu cara yang proaktif dan holistik untuk menggambarkan sebuah perusahaan secara menyeluruh tentang merespons kesempatan atau masalah dengan mengidentifikasi dan menganalisis perubahan yang terjadi pada perusahaan sesuai dengan visi perusahaan dan hasil yang ingin dicapai. Enterprise architecture memiliki beberapa framework yang dapat diimplementasikan, salah satunya TOGAF 9.1. Sebuah perguruan Tinggi swasta di Bandung memiliki banyak sistem yang diterapkan untuk kelangsungan operasionalnya, salah satunya adalah Sistem Akademik. Pengembangan enterprise architecture dengan lingkup sistem akademik yang telah dilakukan sebelumnya adalah dengan menganalisis preliminary phase, phase A Architecture Vision, phase B Business Architecture, phase C Information System Architecture, dan phase D Technology Architecture. Untuk dapat mencapai target architecture maka lebih lanjut dilakukan pengembangan pada phase E Opportunities and Solutions. Untuk mencapai tujuan tersebut maka dilakukan pengumpulan data terkait dengan luaran dari fase-fase sebelumnya, kemudian menjalankan langkah-langkah pada phase E. Lalu disusun menjadi menjadi sebuah dokumen arsitektur enterprise yang menggunakan framework TOGAF 9.1 dengan melakukan peninjauan analisis kesenjangan, tingkat kematangan sistem, solusi yang disesuaikan dengan target arsitektur dan hasil analisis kesenjangan dan tingkat kematangan dan perencanaan migrasi sistem.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Rincian Artikel

Cara Mengutip
[1]
D. T. Yulianti, A. Adelia, T. Gantini, dan G. G. T. Kesumah, “Penerapan Phase E TOGAF 9.1 pada Rencana Migrasi Sistem”, JuTISI, vol. 9, no. 1, hlm. 47 –, Apr 2023.
Bagian
Articles

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>