Usulan Job Scheduling untuk Meminimasi Jumlah Job Tidak Terselesaikan dan Frekuensi Setup Mesin (Studi Kasus PT Mulia Lestari, Bandung)

Main Article Content

Nathan Rafael Suherlin
Kartika Suhada

Abstract

PT Mulia Lestari adalah perusahaan yang bergerak di bidang tekstil. Saat ini perusahaan mengalami masalah, yaitu banyaknya penyelesaian order yang tidak tepat waktu dan banyaknya frekuensi setup yang dibutuhkan untuk menyelesaikan order. Metode penjadwalan yang diterapkan saat ini adalah perusahaan mengumpulkan order dalam satu bulan terlebih dahulu dan menjadwalkan order yang masuk terlebih dahulu secara mingguan. Penelitian ini mengusulkan tiga alternatif metode penjadwalan yang sebaiknya diterapkan perusahaan, yaitu pendekatan metode Shortest Processing Time, pendekatan metode Longest Processing Time dan Metode Permintaan Terbanyak. Dalam pembuatan Gantt Chart metode penjadwalan saat ini dan usulan akan dilakukan langkah-langkah awal, yaitu mengelompokkan job berdasarkan mesin yang sejenis, mengurutkan job berdasarkan ready time job tercepat di masing-masing jenis mesin, mengurutkan job berdasarkan due date tercepat di masing-masing jenis mesin. Selanjutnya dilakukan penjadwalan dengan metode saat ini, pendekatan metode SPT, pendekatan metode LPT dan permintaan terbanyak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kelemahan dari metode penjadwalan yang diterapkan saat ini, mengusulkan metode yang sebaiknya diterapkan dan mengemukakan manfaat yang dapat diperoleh dengan menerapkan metode usulan. Tujuan penelitian adalah untunk mengindentifikasi kelemahan, mengusulkan metode penjadwalan dan mengetahui manfaat yang dapat diperoleh. Hasil menunjukkan ketiga metode alternatif menghasilkan berturut-turut 6 jobs, 5 jobs dan 2 jobs yang tidak terselesaikan serta dibutuhkan frekuensi setup berturut-turut sebanyak 118 kali, 120 kali dan 62 kali. Manfaat yang dapat diperoleh perusahaan dengan menerapkan metode penjadwalan usulan adalah terjadi pengurangan jumlah job yang tidak terselesaikan sebanyak 67% dan penurunan frekuensi setup sebanyak 39%.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Suherlin, N. R., & Suhada, K. (2022). Usulan Job Scheduling untuk Meminimasi Jumlah Job Tidak Terselesaikan dan Frekuensi Setup Mesin (Studi Kasus PT Mulia Lestari, Bandung). Journal of Integrated System, 5(2), 214–231. https://doi.org/10.28932/jis.v5i2.5388
Section
Articles

References

Conway, R.W., Maxwell, W.L. dan Miller, L.W. (1967) Theory of scheduling. Boston: Addison-Wesley.

Fithri, P. dan Ramawinta, F. (2013) ‘Penjadwalan mesin dengan menggunakan algoritma pembangkitan jadwal aktif dan algoritma penjadwalan non-delay untuk produk hydrotiller dan hammermil pada CV Cherry Sarana Agro’, Jurnal Optimasi Sistem Industri, 12(2), hal. 377–399.

Ginting, R. (2007) Sistem produksi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Haming, M. dan Nurnajamuddin, M. (2007) Manajemen Produksi Modern Operasi Manufaktur dan Jasa. Jakarta: Bumi Aksara.

Haming, M. dan Nurnajamuddin, M. (2017) Manajemen produksi modern: operasi manufaktur dan jasa. 3rd edn. Jakarta: Bumi Aksara.

Kusuma, T.Y.T. (2018) ‘Perencanaan dan pengendalian produksi pada pavabakery dengan menggunakan metode scheduling’, Integrated Lab Journal, 6(2), hal. 47–60.

Mashuri, C. dkk. (2020) ‘Penerapan Algoritma Campbell Dudek Smith (CDS) untuk optimasi waktu produksi pada penjadwalan produksi’, Jurnal Sistem Informasi Bisnis, 10(2), hal. 131–136. Tersedia pada: https://doi.org/10.21456/vol10iss2pp131-136.

Masruroh, N. (2012) ‘Analisa penjadwalan produksi dengan menggunakan metode Campbell Dudeck Smith, Palmer, dan Dannenbring di PT Loka Refraktoris Surabaya’, Tekmapro: Journal of Industrial Engineering and Management, 3(2), hal. 159–171.

Sulistiawan, A. dan Nurdiansyah, D. (2020) ‘Penerapan job shop scheduling dengan one-machine scheduling untuk produksi furniture di UD Mandiri Meubel dan Furniture Bojonegoro’, Media Bina Ilmiah, 14(10), hal. 3387–3394. Tersedia pada: https://doi.org/10.33758/mbi.v14i10.587.

Tanuwijaya, H. dan Setyawan, H.B. (2012) Manajemen produksi dan operasi. Surabaya: STIKOM.

Trisanto, D. dan Asmarani, D.P. (2018) ‘Sistem informasi penjadwalan produksi repeat order dengan metode shortest processing time (SPT) berbasis web pada PT Central Mega Kencana’, Jurnal Teknologi dan Manajemen, 16(2), hal. 15–22. Tersedia pada: chrome-extension://efaidnbmnnnibpcajpcglclefindmkaj/http://p2m.stmi.ac.id/assets/uploads/detail_jurnal/4e613-5-SISTEM-INFORMASI-PENJADWALAN-PRODUKSI-REPEAT-ORDER-DENGAN-METODE-SHORTEST-PROCESSING-TIME-(SPT)-BERBASIS-WEB-PADA-PT-CENTRAL-MEGA-KENCANA.pdf.

Yohanes, A. (2014) ‘Penjadwalan produksi di Line B menggunakan Metode Campbell-Dudek-Smith (CDS)’, Jurnal Ilmiah Dinamika Teknik, 8(1), hal. 7–15.