Basis Data Antropometri untuk Skrining Awal Status Kesehatan Lansia

Main Article Content

Elty Sarvia
Elizabeth Wianto
Wawan Yudiantyo
Pertiwi Apriyani
Gideon Benjamin da Costa

Abstract

Data antropometri bagi lansia Indonesia masih terbatas, padahal data ini berguna bagi perancangan peralatan yang dapat mendukung aktivitas lansia agar tetap mandiri, produktif, dan tidak tergantung dengan generasi di bawahnya. Data antropometri lansia diperlukan karena adanya perbedaan ukuran secara fisik, penurunan kekuatan, dan fungsi kognitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyediakan basis data dimensi tubuh bagi lansia, menganalisis variabel terkait seperti pengaruh usia dan pendidikan terhadap nilai Mini Mental State Examination (MMSE), pengaruh kategori tempat tinggal terhadap screening awal Sarkopenia menggunakan instrument SARC-F, pengaruh Nilai Indeks Massa Tubuh (BMI) terhadap nilai SARC-F. Penelitian ini dilakukan terhadap laki-laki dan perempuan dengan rentang usia 55 tahun ke atas. Subyek akan terbagi menjadi dua kelas, yaitu lansia potensial dan lansia tidak potensial. Terdapat 42 dimensi data utama tubuh dan tangan, kekuatan tangan, MMSE, dan SARC-F yang dikumpulkan untuk setiap partisipan dengan total subyek 105 orang dengan menggunakan teknik sampling purposif. Dari hasil analisis diperoleh bahwa 76 % dimensi perempuan dan 68 % dimensi laki-laki memiliki perbedaan terhadap dimensi dewasa (rentang usia 18-22 tahun), tidak ada pengaruh dari kelompok usia, pendidikan, maupun kedua faktor tersebut terhadap nilai MMSE, ada pengaruh kategori tempat tinggal terhadap nilai SARC-F, dan tidak ada pengaruh dari BMI terhadap nilai SARC-F. 
Kata kunci (keywords): Antropometri, Lanjut Usia, MMSE, SARC-F

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles