Penjadwalan Produksi Dengan Algoritma Dannenbring dan Branch and Bound pada Produksi Atap Galvalum Di PT NS Bluescope Lysaght Indonesia

Main Article Content

Muhammad Irsyad
Teguh Oktiarso

Abstract

PT NS Bluescope Lysaght Indonesia memiliki permasalahan yaitu masih terjadi keterlambatan dalam menyelesaikan pemesanan untuk memenuhi permintaan konsumen. Maka dari itu, diperlukannya penjadwalan yang paling optimal digunakan sebagai urutan proses produksi, sehingga dapat mengurangi resiko keterlambatan penyelesaian produk pesanan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hasil terbaik dengan nilai makespan terkecil dari hasil urutan menggunakan metode Branch and Bound dan Dannenbring, sehingga dapat menentukan metode terbaik diantara kedua metode dan dapat diterapkan di PT NS Bluescope Lysaght Indonesia. Pengolahan berawal dari data yang telah diuji keseragaman dan uji kecukupan data serta performance rating untuk mendapatkan waktu standar sebagai dasar, yang selanjutnya dihitung menggunakan metode Branch and Bound dan Dannenbring. Berdasarkan penjadwalan yang telah dilakukan dengan metode Branch and Bound menghasilkan nilai makespan yang lebih kecil dari pada metode Dannenbring sebesar 639,580 detik dengan urutan proses 1-4-3-2. Metode ini, mampu mengurangi makespan 80,420 detik atau mampu mengurangi 11,169% dari kondisi awal. Dengan demikian metode ini dapat diterapkan oleh PT NS Bluescope Lysaght Indonesia untuk menyusun penjadwalan produksinya pada pembuatan galvalum jenis Krip-Lok, Trimdek Optima, Spandek, dan Smartdek dan dapat diterapkan juga menyusun penjadwalan produksi pada jenis produk yang lain untuk mengurangi waktu produksi.
Kata kunci: branch and bound; dannenbring; flow shop; penjadwalan produksi

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles