ANALISA POTENSI LIKUIFAKSI KOTA PALU MENGGUNAKAN METODE KUALITATIF DAN KUANTITATIF

Penulis

  • Rizky Johan Adi Pratama Universitas Jember
  • Krisnamurti Universitas Jember
  • Luthfi Amri Wicaksono Universitas Jember

DOI:

https://doi.org/10.28932/jts.v18i1.4526

Kata Kunci:

Gempa Bumi, Likuifaksi, Simplified Seed, Kualitatif, Kuantitatif

Abstrak

Pada tahun 2018 yang lalu telah terjadi gempa bumi berkekuatan 7,7 skala Richter yang mengguncang Kota Palu, Sulawesi Tengah. Pusat gempa berada di 26 km arah utara dari Kabupaten Donggala dan 80 km arah barat laut dari Kota Palu. Gempa tersebut mengakibatkan tanah lokasi tersebut menjadi jenuh dan mengalami likuifaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar potensi likuifaksi yang akan terjadi pada suatu daerah dengan menggunakan metode kualitatif dan metode kuantitatif. Setelah melakukan analisa kualitatif yang terdiri dari kriteria historis, geologis, dan komposisi tanah hasilnya masih berpotensi likuifaksi, dengan hasil tersebut maka penelitian dilanjutkan dengan analisa kuantitatif dengan metode Simplified Seed oleh Idriss Boulanger (2010) dengan data 3 sampel boring log pada area tersebut. Berdasarkan hasil yang ditinjau menggunakan analisa kualitatif, data 3 sampel boring berpotensi terjadi likuifaksi, sehingga dilanjutkan dengan analisa kuantitatif untuk mendukung hasil analisa kualitatif. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan nilai magnitude terbesar yang pernah terjadi yaitu sebesar 7,7 SR dengan hasil nilai Safety Factor < 1. Pada titik SB01, SB02, dan SB03 memiliki nilai Safety Factor sebesar 0,184 – 0,992.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Diterbitkan

2022-04-01 — Diperbaharui pada 2022-04-10

Versi