Perbandingan Karakteristik Manajemen Risiko Konstruksi Pada Kontraktor Bumn Dan Swasta

Main Article Content

Roi Milyardi

Abstract

Adanya peningkatan volume pekerjaan konstruksi terkait program pemerintah Indonesia dalam pembangunan infrastruktur, membuat sektor konstruksi mengalami pertumbuhan yang cukup besar dibanding sektor ekonomi lainnya, dimana entitas yang mendominasi adalah kontraktor BUMN dan kontraktor swasta. Perbedaan utama kontraktor BUMN dan swasta tersebut adalah aspek finansial. Dalam usaha pendanaan investor, langkah IPO (Initial Public Offering) dan strategi perusahaan, terutama manajemen risiko menjadi hal penting untuk meyakinkan investor untuk berinvestasi pada perusahaan masing-masing. Oleh karena itu, pada penelitian ini bertujuan membahas perbandingan karateristik identifikasi risiko dan respon risiko dalam manajemen risiko perusahaan pada kontraktor BUMN dan kontraktor swasta yang memiliki manfaat pada pengambilan keputusan investor sektor konstruksi. Analisis dilakukan dengan analisis perbandingan kualitatif sederhana manajemen risiko pada studi kasus 4 kontraktor BUMN dan 4 kontraktor swasta yang telah melakukan IPO. Hasil analisis menyimpulkan bahwa pada identifikasi risiko, kontraktor BUMN memiliki top risk secara umum pada risiko-risiko di tingkat perusahaan pada hirarki proses konstruksi, sementara pada kontraktor swasta secara umum berfokus pada risiko-risiko di tingkat proyek pada hirarki proses konstruksi. Perbedaan signifikan yang ditemukan adalah pada perencanaan respons terhadap risiko persaingan usaha, dimana kontraktor BUMN berfokus pada tingkat perusahaan dan memanfaatkan hubungan entitas dengan pemerintah, sementara kontraktor swasta berfokus pada tingkat meningkatkan kuantitas dan kualita proyek yang dikerjakan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles