Efek Pengurangan Dimensi Mold terhadap Nilai CBR-Unsoaked Material Crushed Limestone Pangandaran

Main Article Content

Andrias Suhendra Nugraha
Ahmad Fauzi Iqbal

Abstract

California Bearing Ratio (CBR) adalah salah satu parameter geoteknik yang digunakan padadesain konstruksi jalan. Nilai CBR dapat diperoleh baik dari hasil pengujian material dilaboratorium maupun di lapangan. Pada pelaksanaan uji CBR di laboratorium, dibutuhkan volumematerial uji yang cukup besar sehingga membutuhkan biaya yang mahal. Untuk mengurangi biayadan kebutuhan material uji tersebut maka diperlukan suatu upaya untuk melakukan penelitianterhadap uji CBR laboratorium dengan menggunakan mold (cetakan) uji berdiameter lebih kecil(non-standard) dari mold standard untuk uji CBR.Tujuan penelitian adalah mengevaluasi efek pengurangan dimensi mold terhadap nilai CBRunsoakedmaterial crushed limestone. Material uji berasal dari daerah Pangandaran, Jawa Barat.Diameter mold uji non-standard yang digunakan untuk uji CBR antara lain adalah: 10,06cm (moldstandard Proctor), 7,94cm (mold non-standard A), 4,96cm (mold non-standard B). Ukurandiameter piston ~ 1/3 ukuran diameter mold.Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio pengurangan diameter mold berbanding terbalik denganrasio peningkatan nilai CBR-unsoaked. Rasio pengurangan dimensi mold uji non-standardterhadap dimensi mold uji CBR standard berturut-turut adalah; 0,66 (atau ~ 2/3) untuk moldstandard proctor, 0,52 (atau ~ 1/2) untuk mold non-standard A, dan 0,33 (atau ~ 1/3) untuk moldnon-standard B. Rasio peningkatan nilai California Bearing Ratio (CBR)-unsoaked dengan molduji non-standard terhadap nilai CBR-unsoaked dengan mold uji CBR standard beturut-turutadalah; 1,67 (atau ~ 3/2) untuk uji dengan mold standard Proctor, 2,04 (atau ~ 2/1) untuk ujidengan mold non-standard A, dan 3,08 (atau ~ 3/1) untuk uji dengan mold non-standard B.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles