Analisis Keterlambatan Pengiriman Material Beton (Studi Kasus Proyek Breeze Tower, Bintaro PT. Tatamulia Nusantara Indah)

  • Andre Feliks Setiawan Program Studi Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, Universitas Agung Podomoro
  • Nadya Dwivania Program Studi Manajemen dan Rekayasa Konstruksi, Universitas Agung Podomoro
  • Michael Louis Sunaris Program Studi Teknik Sipil, Universitas Kristen Maranatha
Keywords: jadwal pelaksanaan, keterlambatan, manajemen resiko.

Abstract

Setiap proyek konstruksi mempunyai kompleksitas yang tinggi, dan dibutuhkan kerjasama darisemua pihak yang terlibat untuk mencapai keberhasilan suatu proyek. Umumnya, setiap proyekmempunyai rencana dan jadwal pelaksanaan, kapan proyek harus dimulai dan berapa lama proyekakan selesai. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan dalam rangka memenuhi target proyek, yaitubiaya, mutu, dan waktu. Pembuatan rencana proyek konstruksi harus memperhatikan ketiga aspektersebut dan mengacu pada perkiraan yang ada pada saat rencana pembangunan dibuat. Seiringberjalannya waktu, terjadi ketidaksesuaian antara rencana yang dibuat dengan realisasi yang ada dilapangan, sehingga dampak yang terjadi adalah keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang disertaidengan meningkatnya biaya pelaksanaan pekerjaan. Salah satu masalah yang sering terjadi diProyek Breeze Tower adalah keterlambatan pengiriman beton dari pihak supplier. Dalam jangkawaktu satu minggu, pekerjaan pengecoran tiga belas kali terlambat dari schedule rencanapengecoran. Kondisi ini membutuhkan manajemen resiko untuk meminimalisir keterlambatanserta pemborosan biaya. Kontraktor tentunya menginginkan proyek berjalan tepat waktu dansesuai dengan perencanaan, sehingga dapat menguntungkan baik kontraktor, maupun pemilikproyek. Dalam rangka mencapai target penyelesaian proyek sesuai pada waktunya, di dalamproyek Breeze Tower ini dilakukan langkah-langkah untuk pencegahan keterlambatan progressproyek.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-08-29