Kajian Sambungan Lewatan Jenis Contact Lap Splice pada Beton Bertulang

Main Article Content

Arusmalem Ginting

Abstract

Karena keterbatasan dalam proses pengangkutan (transportasi) maka panjang batang tulangan bajahasil industri yang tersedia di pasaran umumnya dibatasi. Keterbatasan panjang batang tulangan bajaini mengakibatkan perlunya diadakan penyambungan tulangan. Sambungan yang umum digunakanadalah sambungan lewatan karena harganya lebih ekonomis. Panjang sambungan lewatan yangdibutuhkan harus diperhitungkan untuk menghindari keruntuhan atau kegagalan sambungan. Tujuandari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh panjang sambungan lewatan jenis contact lapsplice terhadap kuat lentur balok beton bertulang. Pada penelitian ini digunakan 18 buah benda ujibalok dengan dimensi 20 x 20 x 120 cm. Benda uji balok dibagi menjadi 9 variasi panjang sambunganlewatan yang masing-masing variasi terdiri dari 2 benda uji. Variasi panjang sambungan lewatan yangdigunakan adalah: 0, 7.50, 11.25, 15.00, 19.50, 22.50, 25.50, 30.00 cm, dan balok dengan tulanganutuh tanpa sambungan sebagai pembanding. Pengujian balok dilakukan dengan cara pembebanan duatitik pada loading frame yang dilengkapi dengan hydraulic jack dan load cells untuk memberikanbeban. Dari hasil penelitian ini didapat kuat tekan rata-rata silinder beton sebesar 29 MPa. Teganganluluh rata-rata tulangan D7,32 sebesar 344,50 MPa. Peningkatan panjang sambungan lewatan daripanjang sambungan lewatan minimum yang diperlukan tidak memberikan pengaruh yang berartiterhadap peningkatan kuat lentur balok. Balok dengan panjang sambungan lewatan yang mencukupidapat mempunyai kuat lentur yang sama atau lebih dari balok dengan tulangan utuh tanpa sambungan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles