Potensi Bubuk Kulit Telur sebagai Terapi Hiperparatiroid Sekunder

  • Nitya M Jaya Universitas Udayana
  • Elisabeth Anjani Universitas Udayana
  • Alycia Madeleine Universitas Udayana
  • Made R Saraswati Universitas Udayana

Abstract

Secondary Hyperparathyroidism (sHPT) merupakan dampak sekunder dari penyakit diluar kelenjar paratiroid yang menyebabkan penurunan kadar kalsium dan peningkatan kerjakelenjar paratiroid dalam meningkatkan kadar kalsium tubuh. Tatalaksana yang ada saat iniberfokus menangani kekurangan kadar kalsium dalam tubuh salah satunya menggunakan kalsiumkarbonat. Salah satu bahan yang memilliki kandungan kalsium yang tinggi adalah kulit telur.Tujuan dari telaah literatur ini adalah untuk mengetahui efek CaCO? yang terkandung dalam kulittelur terhadap profil PTH dalam secondary hyperparathyroidism dan efek sampingnya. Jurnalyang digunakan sebagai pustaka dalam penulisan artikel ini bersumber dari PubMed, Embase,Medline dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci dan metode PRISMA. Berdasarkanhasil telaah, diketahui bahwa kulit satu butir telur ayam negeri (Gallus domesticus) mengandungkurang lebih 97% CaCO?. Potensi bubuk kulit telur yang mengandung CaCO? yakni dapatmenurunkan hormon paratiroid (PTH) pada sHPT dan meningkatkan kadar kalsium denganmekanisme berikatan dan membentuk kompleks tidak larut dengan fosfat di usus, namun efeklainnya dari zat kulit telur masih terbatas. Berdasarkan hal tersebut disimpulkan bahwa bubukkulit telur dapat berperan dalam menurunkan hormon PTH pada hiperparatiroid sekunder danmeningkatkan kadar kalsium dalam darah dengan efek samping minimal. Untuk mengevaluasiefek klinis yang diberikan masih diperlukan uji klinis lanjutan. Kata kunci: Hiperparatiroid sekunder; Hormon paratiroid; Kalsium karbonat (CaCO 3 ); Kulit telur

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2021-02-27
How to Cite
1.
Jaya N, Anjani E, Madeleine A, Saraswati M. Potensi Bubuk Kulit Telur sebagai Terapi Hiperparatiroid Sekunder. JMH [Internet]. 27Feb.2021 [cited 21Apr.2021];3(1):93-03. Available from: https://journal.maranatha.edu/index.php/jmh/article/view/3061
Section
Articles